Minggu, 05 November 2017

Nasib Layar iPhone X Setelah Dibaret, Dibakar, Dibengkokkan

akarta - Bukan lagi hal mengejutkan ketika sebuah ponsel baru yang masuk ke pasaran harus melalui tes penyiksaan, seperti yang juga dialami iPhone X berikut.

Adalah Jerry Rig Everything yang melakukan hal 'sadis' tersebut. Untuk membuktikan ketahanan bodi kaca di iPhone X, ponsel anyar Apple ini dibaret, dibakar, hingga dibengkokkan.

Bagaimana hasilnya, bisa dibilang Apple benar-benar tak main-main memilih material kaca yang terbenam di iPhone X. Tak mudah meninggalkan bekas goresan di lapisan kaca pada bagian layar dan bodi belakang ponsel ini.

iPhone X baru meyisakan goresan di layar dan bodi belakangnya setelah dibaret dengan ketajaman di level 6 dan 7. Artinya, pengguna iPhone X tak perlu kuatir ketika harus menempatkan ponselnya dengan anak kunci di satu wadah yang sama. Seharusnya tak ada goresan yang akan membekas bila layar iPhone X bersentuhan langsung dengan anak kunci.

Goresan bukan satu-satunya pengujian yang harus dihadapi iPhone X. Untuk membuktikan ketahanannya, Jerry juga membakar layar ponsel tersebut.

Dan menariknya, setelah dipanaskan beberapa saat, tak ada masalah serius dengan layar iPhone X. Meski sempat menyisakan bekas, namun berangsur-angsur menghilang setelah beberapa saat.

Terakhir adalah bend test, atau pengujian dengan cara dibengkokkan paksa. Seperti diketahui, kasus bend gate sempat heboh di iPhone 6 Plus. Di mana ponsel Apple tersebut bisa dengan mudah bengkok hanya dengan menempatkannya di saku belakang celana.

Tapi hal yang sama dipastikan tak akan ditemui di iPhone X. Pasalnya bukan perkara mudah untuk membengkokkan ponsel ini meski secara paksa dilakukan. Terbukti kalau Apple telah belajar banyak sejak kasus bend gate.

Overall, mengacu pada banderolnya yang terlampau mahal, iPhone X dijawab Apple dengan sangat baik. Bisa dibilang tingginya harga yang harus dibayar, sesuai dengan apa yang didapat pengguna.

Penasaran seperti apa video 'penyiksaan' iPhone X, simak berikut.



Stephen Hawking Cemas Kecerdasan Buatan Punahkan Manusiaakarta - Profesor Stephen Hawking kembali memperingatkan dunia bahwa perkembangan kecerdasan buatan semakin pesat dan nyata, dan akan menyalip kehebatan manusia. Meskipun ia tidak memberikan waktu yang spesifik kapan hal tersebut akan terjadi, namun Stephen meyakini bahwa kecerdasan buatan alias AI atau artificial intelligence akan menggantikan manusia secara seutuhnya. "Saya takut kecerdasan buatan akan menggantikan manusia secara keseluruhan. Mereka layaknya virus komputer yang dapat mengembangkan kemampuan dan mereplikasi diri," ujarnya. Ia menambahkan, bahwa hal tersebut dapat memicu bentuk baru kehidupan yang akan membuat manusia tertinggal. Pernyataan dari Stephen Hawking tersebut diperkuat dengan laporan dari PricewaterhouseCoopers (PwC) bahwa empat dari sepuluh pekerjaan yang ada di dunia sangat riskan tergantikan oleh robot. Selain itu, pada 2030 nanti 38% dari pekerjaan di Amerika Serikat akan hilang digantikan oleh robot dan kecerdasan buatan. Hal tersebut selaras dengan apa yang akan terjadi di Inggris Raya (30%), Jerman (35%), dan Jepang (21%). Analisis lain menyebutkan bahwa 61% pekerjaan dalam jasa layanan finansial sangat berisiko diambil alih robot, seperti detikINET kutip Daily Mail, Senin (6/11/2017). Ini bukan pertama kalinya ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kecerdasan buatan. Pada Oktober lalu, ia mengatakan bahwa teknologi tersebut dapat menimbulkan konflik dengan manusia. "Saya percaya bahwa tidak ada perbedaan antara otak biologis dengan komputer, keduanya dapat mencapai pencapaian yang sama," katanya. Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa kecerdasan buatan berpotensi menciptakan keuntungan yang sangat besar. Revolusi teknologi tersebut dapat 'memutar ulang' kerusakan alam yang diciptakan oleh manusia akibat dari industrialisasi Walapun, ia tidak memungkiri bahaya yang tersimpan di dalamnya. "Singkatnya, kesuksekan dalam menciptakan kecerdasan buatan mungkin menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah manusia. Namun, hal tersebut juga dapat menjadi pencapaian yang terakhir jika kita tidak dapat mempelajari risiko yang dapat terjadi," pungkasnya. (fyk/rou)

akarta - Profesor Stephen Hawking kembali memperingatkan dunia bahwa perkembangan kecerdasan buatan semakin pesat dan nyata, dan akan menyalip kehebatan manusia.

Meskipun ia tidak memberikan waktu yang spesifik kapan hal tersebut akan terjadi, namun Stephen meyakini bahwa kecerdasan buatan alias AI atau artificial intelligence akan menggantikan manusia secara seutuhnya.

"Saya takut kecerdasan buatan akan menggantikan manusia secara keseluruhan. Mereka layaknya virus komputer yang dapat mengembangkan kemampuan dan mereplikasi diri," ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa hal tersebut dapat memicu bentuk baru kehidupan yang akan membuat manusia tertinggal.

Pernyataan dari Stephen Hawking tersebut diperkuat dengan laporan dari PricewaterhouseCoopers (PwC) bahwa empat dari sepuluh pekerjaan yang ada di dunia sangat riskan tergantikan oleh robot.

Selain itu, pada 2030 nanti 38% dari pekerjaan di Amerika Serikat akan hilang digantikan oleh robot dan kecerdasan buatan. Hal tersebut selaras dengan apa yang akan terjadi di Inggris Raya (30%), Jerman (35%), dan Jepang (21%).

Analisis lain menyebutkan bahwa 61% pekerjaan dalam jasa layanan finansial sangat berisiko diambil alih robot, seperti detikINET kutip Daily Mail, Senin (6/11/2017).

Ini bukan pertama kalinya ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kecerdasan buatan. Pada Oktober lalu, ia mengatakan bahwa teknologi tersebut dapat menimbulkan konflik dengan manusia.

"Saya percaya bahwa tidak ada perbedaan antara otak biologis dengan komputer, keduanya dapat mencapai pencapaian yang sama," katanya.

Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa kecerdasan buatan berpotensi menciptakan keuntungan yang sangat besar.

Revolusi teknologi tersebut dapat 'memutar ulang' kerusakan alam yang diciptakan oleh manusia akibat dari industrialisasi Walapun, ia tidak memungkiri bahaya yang tersimpan di dalamnya.

"Singkatnya, kesuksekan dalam menciptakan kecerdasan buatan mungkin menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah manusia. Namun, hal tersebut juga dapat menjadi pencapaian yang terakhir jika kita tidak dapat mempelajari risiko yang dapat terjadi," pungkasnya. (fyk/rou)

Sindiran Pedas Buat Anak Muda yang Antre iPhone X

akarta - Tak sedikit orang nyinyir pada para pembeli iPhone X, terutama para anak muda milenial yang beberapa rela antre berhari-hari. Termasuk di Australia.

Hal tersebut terjadi setelah ponsel tersebut resmi dijual di Sydney. Di media sosial Facebook, warganet cukup banyak yang mencibir para pemilik iPhone X, yang seharusnya dapat menggunakan uang sebesar AUD 1.829 (Rp 19 Juta) secara lebih bijak.

"Jika kalian para milenial tidak memiliki rumah, maka kalian tidak seharusnya membeli ponsel seharga AUD 1.800" tulis seorang netizen.

"Mereka akan tinggal di tempat sewaan seumur hidupnya dan terus mengeluh pada kebijakan pemerintah, tapi paling tidak mereka memiliki ponsel seharga AUD 2.000," sindir yang lainnya.

Komentar-komentar tersebut bukannya tanpa alasan, mengingat biaya hidup dan harga properti di Sydney terus melonjak. Beberapa netizen lain menulis harga sebuah iPhone X sangatlah tidak sepadan, dibanding dengan kebutuhan-kebutuhan lain.

"Bagaimana bisa seseorang membeli dua iPhone X yang masing-masing harganya AUD 1.800? Jika saya memiliki uang sebanyak itu maka akan saya gunakan untuk membayar pajak"

"Jalani hidup semestinya, bukannya membeli ponsel terbaru"

Postingan-postingan tersebut pun mengundang balasan dari Mazen Kourouche, YouTuber berusia 20 tahun asal Australia. Ia mengaku wajib membeli iPhone X untuk merasakan sensasinya.

"Sensasi membeli iPhone X tiada tara. Saya mencintai iPhone, dan saya senang dengan atmosfir yang diciptakan Apple," tulisnya dalam sebuah postingan Facebook.

Pria yang pertama kali mendapatkan iPhone 8 dan iPhone X di Australia ini menambahkan bahwa ia juga memiliki channel YouTube, jadi akan langsung membuat review terhadap ponsel tersebut. (fyk/fyk)

Mencari Startup Penerus Go-Jek di Indonesia

akarta - Sedang berjuang membangun startup? Tidak ada salahnya membuka jalan dengan mengikuti Amplifive, event pitching startup yang melibatkan para pakar di bidangnya.

Seperti diketahui, dunia startup di Indonesia semakin bergairah. Didukung oleh populasi besar dan masalah-masalah yang membutuhkan solusi.

Sudah cukup banyak cerita sukses terjadi. Sebut saja Go-Jek, Traveloka, sampai Tokopedia yang awalnya bukan apa-apa, kini menjadi startup berstatus unicorn dengan valuasi setidaknya USD 1 miliar.

Di masa depan, ekonomi digital pun diprediksi menyumbang pendapatan besar bagi Indonesia. Nah, detikINET bekerjasama dengan Digitaraya dan Google for Entrepreneurs menciptakan event bernama Amplifive.

Di ajang ini, lima startup terpilih akan merepresentasikan diri di hadapan lima pemain industri startup berpengalaman dari beragam latar belakang, untuk mendapatkan dukungan dan peluang kolaborasi.

Setelah melakukan pitching, akan ada sesi networking dengan para pelaku ekosistem startup. Untuk tahap awal, ada lima startup terpilih melakukan pitching yaitu Karapan dari Surabaya, Ajarin dari Jakarta, Lindungi Hutan dari Semarang, Sampah Muda dari Semarang dan Triplogic dari Jakarta.

Jangan lewatkan pitching seru yang telah mereka lakukan di hadapan para pakar, yakni Yansen Kamto selaku Chief Executive, KIBAR, Henky Prihatna selaku Indonesia Business Leader Google, Ardhi Suryadhi selaku Wapimred Detikcom, Steven Vanada selaku Vice President, CyberAgents Venture dan seorang Celebrity guest.

Tayangan perdana Amplifive ini bisa disaksikan hari ini, Senin (6/11/2018) di detikINET pada jam 13.00 siang. Oh ya, bagi startup yang ingin mencoba peruntungan di acara ini, bisa mendaftar di sini. Jangan lewatkan!

Dengan Teknologi, Beternak Ikan di Gurun Tidak Jadi Masalah

Share




VIVA – Pertumbuhan penduduk di dunia berbanding terbalik dengan pertumbuhan pangan dunia. Ketika penduduk semakin meningkat, maka pangan untuk penduduk semakin berkurang. Sudah sewajarnya karena setiap manusia membutuhkan makanan untuk hidup.
Salah satu bahan pangan yang menjadi konsumsi hampir seluruh warga dunia adalah ikan. Bahkan di suatu negara, ikan dijadikan sebagai sumber protein utama.

India dan AS Tingkatkan Kerja Sama Teknologi Kapal Induk

NEW DELHI - India dan Amerika Serikat sedang membahas peningkatan kerja sama dalam berbagi teknologi kapal induk. Kementerian Pertahanan India mengonfirmasi kerja sama kedua negara tersebut.

Para pejabat pertahanan kedua negara telah bertemu dalam forum keempat Joint Working Group on Aircraft Carrier Technology Cooperation (JWGACTC) di New Delhi.

Sesi penutup dari pertemuan Kelompok Kerja Gabungan itu mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara dalam berbagi teknologi yang berkaitan dengan kapal induk.

Delegasi India dipimpin oleh Wakil Laksamana DM Deshpande selaku Controller Warship Production and Acquisition. Sedangkan pihak AS dipimpin oleh Laksamana Muda Brian Antonio selaku Program Executive Officer Aircraft Carriers.

”Kedua belah pihak mengakui pencapaian yang signifikan dari Kelompok Kerja Gabungan sejauh ini dan membahas rencana kerja sama di masa depan di bawah berbagai aspek teknologi kapal induk seperti optimasi perancangan, filosofi konstruksi, prosedur, dan manajemen proyek,” kata Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari NDTV, Sabtu (4/11/2017).

Menurut kementerian tersebut, pertemuan para pejabat ini menandai penting kerja sama lainnya yang sedang berlangsung antara kedua negara di bidang teknologi kapal induk.

85 Persen Pekerjaan Baru Akan Muncul Berkat Teknologi

Jakarta, CNN Indonesia -- Perkembangan teknologi dipercaya akan menciptakan pekerjaan baru yang belum ada saat ini. Sebanyak 85 persen pekerjaan baru di 2030 bahkan belum kita kenal. Hal ini merupakan hasil penelitian Dell bersama Institute for the Future (IFTF).

Penelitian ini memaparkan bagaimana teknologi mengubah cara hidup dan kerja masyarakat di 2030. Selain menyebabkan hilangnya sejumlah pekerjaan, Dell menyebutkan bahwa teknologi juga bisa membuka lahan pekerjaan baru.

"Diperkirakan 85 persen pekerjaan di 2030 belum tercipta saat ini," jelas Amit Midha, President Commercial Business Dell Asia Pasifik dan Jepang, Kamis (3/11).


Sebagai contoh, pekerjaan media sosial atau pemasaran digital tak pernah dikenal sebelumnya. Tapi saat ini, dua pekerjaan itu menjadi penting dimiliki oleh tiap perusahaan. Berbagai pekerjaan baru lain inilah yang menurut Dell akan bermunculan dimasa mendatang.

Peluang baru

Hal lain terkait hubungan teknologi dengan manusia. Pada 2030, ketergantungan manusia terhadap teknologi akan diyakini berkembang menjadi kerja sama dengan manusia.

Efisiensi tenaga kerja disebut Dell akan membantu keterbatasan manusia. Teknologi menjadi perpanjangan tangan manusia untuk membantu mengelola tugas harian.

Kolaborasi keduanya pun akan mendorong pola pikir kewirausahaan. Perubahan akan sangat cepat, sehingga industri-industri baru akan tercipta dan keterampilan-keterampilan baru pun akan dibutuhkan untuk bertahan hidup.

"Hal ini akan sejalan dengan kemampuan mesin untuk menghasilkan kecepatan, otomatisasi, efisiensi serta produktivitas. Hal yang dihasilkan akan memungkinkan peluang-peluang industri dan peran (pekerjaan) baru," imbuhnya.

Analisa Data

Dell juga menyoroti soal perkembangan AI. AI diramal akan mengurus manusia lewat prediksi dan otomatisasi dalam 13 tahun ke depan.

Teknologi berbasis data dan analisa juga akan mengubah proses menemukan pekerjaan. Pekerjaan tidak lagi terbatas pada tempat, namun lebih merupakan serangkaian tugas.

"Dengan menggunakan teknologi pencocokan (matchmaking) berbasis data, perusahaan dapat menemukan [...] karyawan-karyawan berbakat dari seluruh dunia," lanjut Amit.

Hal tersebut merupakan hasil studi yang meneliti dampak teknologi disruptif seperti kecerdasan buatan (AI), augmented reality dan lainnya pada perusahaan dan tenaga kerja di Asia Pasifik serta Jepang (APJ). (eks)

Giliran di Whatsapp, Konten Porno Berseliweran

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menyusul BlackBerry Comics dan stiker Telegram, kini konten berbau seks hinggap di aplikasi pesan singkat paling populer, WhatsApp.
Konten tersebut merupakan bagian dari emoji di WhatsApp dalam kategori animasi GIF.
Dan sepertinya konten WhatsApp lebih gawat. JIka di BlackBerry Comics berbentuk gambar dan Telegram hanya stiker, emoji WhatsApp merupakan animasi yang jelas bergerak-gerak, bahkan cukup banyak yang seperti cuplikan film porno atau paling tidak, film tidak lolos sensor. Parahnya lagi, ada juga konten seks sesama jenis (LGBT).
Baca: Surga Dunia di Lantai 7 Alexis yang Disebut Ahok Tinggal Kenangan
"Kami sudah mengabarkan ke tim tadi siang,"ujar Noor Iza, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam pesan singkat, Minggu (5/11/2017).
Tim yang dimaksud adalah tim aduan konten Kominfo.
Mengutip situs Kominfo, kementerian itu menerima aduan konten pornografi sebanyak 585. Sedangkan total aduan konten berbau pornografi yang masuk ke Kominfo sebanyak 775.339.
Semoga saja Kominfo segera menindaklanjuti aduan konten WhatsApp tersebut. Maklum, pesan singkat yang satu ini sangat populer dan penggunanya bejibun. (Ahmad Febrian)
Baca Juga


Cara Mudah Jadi Jagoan Coding Android Tanpa Kursus Bahasa Inggris Dulu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekarang bukan perkara sulit untuk menguasai ‘ilmu coding-an Android’.
Cukup ikutan kelas 'Menjadi Android Developer Expert' (MADE)’ yang dtawarkan Dicoding Academy. Ini adalah angkatan kedua yang digelar Dicoding.
Asyiknya lagi, mekanisme belajar coding-annya via online sehingga bebas menentukan waktunya.
Bukan itu saja nilai lebih dari kelas ‘MADE’ ala Dicoding. Hal lain yang paling menarik adalah pembelajaran teknik coding menggunakan Bahasa Indonesia.
”Kurikulumnya sudah diverifikasi langsung oleh Google. Maka itu Dicoding sudah ditunjuk sebagai Google Authorized Training Partner di Indonesia,” kata CEO dan Co-founder Dicoding Narenda Wicaksono dalam bincang santai bersama Tribunnews.com.
Kelas MADE menawarkan pembelajaran online mengenai membangun aplikasi di atas sistem operasi Android.
Materinya antara lain Testing, Debugging, Application, Application UX, Fundamental Application Components, Persistent Data Storage, dan Enhanced System Integration dalam 125 modul berbahasa Indonesia.
Kemudian disertakan pula 35 video tutorial, 24 quiz, dan dengan target penyelesaian 90 hari.
Narenda menekankan semua materi dalam kelas MADE sangat relevan dengan kebutuhan industri digital.
”Kelas ini membuat peserta terbiasa belajar mandiri dan justru ini nilai lebih karena sudah terlatih ‘self learning’,” terang dia.


Perkuat Gaya Hidup Digital Warga Bekasi Melalui MAXcited 2017

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sukses dengan pelaksanaan di lima kota sebelumnya, Telkomsel melanjutkan gelaran Festival Digital Entertainment MAXcited yang kali ini berlangsung di kota Bekasi pada tanggal 4 dan 5 November 2017.
Dalam pelaksanaan MAXcited yang memasuki tahun ke dua ini, Telkomsel kembali menghadirkan ragam keseruan dan aktivitas dengan konsep pemanfaatan layanan gaya hidup digital untuk segmen anak muda, terutama generasi millennials.
Gelaran yang juga menghadirkan hiburan pertunjukan musik atraktif dari sejumlah band ternama ini rencananya akan diselenggarakan di 8 kota, yaitu Malang, Samarinda, Medan, Bandung, Makassar, Bekasi, Palembang, dan Yogyakarta, hingga tanggal 12 November 2017 nanti.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya Telkomsel untuk secara konsisten mendorong penguatan adopsi layanan berbasisi gaya hidup digital, yang dimulai dari segmen muda Indonesia.
Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel Ririn Widaryani mengatakan, “Dengan tema MAXcited tahun ini, yaitu ‘Sing, Watch, Play’,Telkomsel berharap pelanggan dan masyarakat, terutama dari generasi muda kreatif merasa merasakan antusiasme yang besar untuk dapat menikmati digital experience secara maksimal dari beragam layanan musik, film, hingga games Telkomsel berbasis digital melalui keseluruhan rangkaian festival hiburan yang menyenangkan dan tak terlupakan ini.”
Pada festival hiburan ini pelanggan dapat merasakan pengalaman menonton video-video terbaik di area VideoMAX yang menampilkan berbagai layanan video streaming, seperti Catchplay, HOOQ, SuperSoccer TV, dan Viu. Pengunjung bahkan dapat turut pula mengikuti keseruan nonton bareng liga liga terbaik dunia serta konten sepakbola lainnya yang ditayangkan di area ini melalui layanan SupperSoccer TV.
Untuk pelanggan yang memiliki hobi dalam bermain games dapat berpartisipasi dalam mini games competition di area GamesMAX, yang juga akan mempertandingkan grup terbaik yang berhasil lolos kualifikasi dalam games Mobile Legends dan Arena of Valor untuk memperebutkan hadiah total senilai puluhan juta rupiah.
Pengalaman pengunjung dalam menikmati mini games competition ini juga didukung dengan tambahan fasilitas jaringan 2 unit Compact Mobile BTS (COMBAT) Telkomsel yang telah dilengkapi teknologi terdepan 4G LTE.
Untuk memberikan keseruan yang lebih bagi pengunjung, tahun ini MAXcited juga memberikan penawaran bagi pelanggan untuk mendapatkan berbagai merchandise keren dari sejumlah distro lokal dengan harga khusus untuk transaksi dengan menggunakan layanan TCASH.
Tersedia pula area food court dimana pengunjung dapat menikmati sejumlah makanan favorit dari booth-booth kuliner dan food truck melalui transaksi TCASH.
Di samping pengalaman menikmati layanan hiburan digital Telkomsel, pengunjung MAXcited di kota Bekasi juga dhibur penampilan atraktif secara langsung oleh band NAIF, NTRL, Souljah, dan Andra and The Backboned.
Selama gelaran di 8 kota, MAXcited juga menghadirkan band ternama lainnya seperti Alexa, Killing Me Inside feat AIU , Soundwave, HIVI!, /rif, Jamrud, Maliq & D’Essentials, The S.I.G.I.T., D’Masiv, Gigi, J-Rocks, Nidji, Kelompok Penerbang Roket, Pas Band, dan Kotak.
Untuk menikmati keseruan event MAXcited, pelanggan Telkomsel bisa memperoleh undangan ke acara dengan aktivasi paket data khusus dari menu akses *465#. Setelah aktivasi, pelanggan akan mendapatkan SMS notifikasi yang dapat ditukarkan di GraPARI atau langsung di lokasi acara. Sedangkan pelanggan yang belum berlangganan Telkomsel juga bisa mendapatkan undangan langsung di lokasi acara dengan melakukan pembelian kartu perdana di mobile GraPARI dan aktivasi paket data di menu akses *465#. Informasi lengkap tentang event ini dapat diakses melalui www.telkomsel.com/MAXcited.